MimbarKieraha.com — Kepala Desa Wayakuba, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Fardani Kobu-Kobu, tengah menjadi sorotan publik setelah diduga terlibat hubungan terlarang dengan seorang perempuan saat mengikuti kegiatan retret di Jakarta beberapa waktu lalu.
Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, dugaan perselingkuhan tersebut mencuat ketika yang bersangkutan menghadiri agenda kegiatan di Jakarta. Isu ini dengan cepat menyebar di tengah masyarakat Desa Wayakuba dan disebut-sebut turut memicu keretakan dalam rumah tangga sang kepala desa.
Berdasarkan berbagai keterangan yang beredar, perempuan yang diduga memiliki hubungan dengan Fardani Kobu-Kobu disebut bekerja sebagai petugas cleaning service di salah satu hotel di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, tempat rombongan menginap selama kegiatan berlangsung.
Sejumlah sumber juga menyebutkan, kepala desa tersebut diduga berencana mengembalikan istrinya ke kampung halaman dan menikahi perempuan yang dimaksud tanpa persetujuan istri sahnya.
“Kapala desa tu dia mau kawin lagi, tapi tra mau cerai. Dia mau kase pulang dia pe bini, kong dia pe bini tra tarima kalau dia tidak diceraikan,” ungkap salah satu sumber kepada awak media.
Tak hanya itu, dugaan hubungan tersebut disebut belum sepenuhnya berakhir. Beberapa sumber mengaku, komunikasi antara keduanya diduga masih terus berlangsung hingga saat ini melalui aplikasi perpesanan.
“Setau torang, dorang dua ini masih ba komunikasi. Sering chat lewat WhatsApp deng Messenger,” ujar sumber lain yang enggan disebutkan namanya.
Kabar ini pun memicu reaksi masyarakat Halmahera Selatan. Warga menilai, apabila dugaan tersebut benar, maka tindakan tersebut tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik dan berpotensi mencoreng citra pemerintahan desa.
Sejumlah tokoh masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan untuk segera mengambil langkah tegas dengan memanggil serta mengevaluasi Kepala Desa Wayakuba guna mengklarifikasi kebenaran informasi yang beredar. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga integritas aparatur desa serta meredam polemik yang kian meluas.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Fardani Kobu-Kobu membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan tidak memiliki hubungan apa pun dengan perempuan yang disebut-sebut dalam isu tersebut.
“Saya tidak ada hubungan dengan perempuan di hotel. Perempuan itu kerja di hotel juga saya tidak tahu. Torang ke Jakarta itu panitia yang atur semua,” ujarnya.
Meski bantahan telah disampaikan, isu dugaan hubungan tersebut masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Hingga berita ini dipublikasikan, awak media masih terus melakukan penelusuran dan menghimpun keterangan dari berbagai pihak guna memastikan kebenaran informasi tersebut.
Masyarakat pun berharap polemik ini segera mendapatkan kejelasan agar tidak menimbulkan spekulasi liar serta demi menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa di Kabupaten Halmahera Selatan.
Redaksi: Iswan
Social Footer