Breaking News

FORMAPAS MALUT Desak Polda dan Polres Halteng Tangkap Pelaku Pembunuhan di Patani dan Jamin Keamanan Warga

JAKARTA,MIMBARKIERAHA.COM- 3 April 2026 – Ketua Umum Pengurus Pusat Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (FORMAPAS MALUT) mendesak Polda Maluku Utara dan Polres Halmahera Tengah untuk segera menyisir dan menangkap pelaku pembunuhan brutal yang terjadi di wilayah Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah.

Desakan ini menyusul peristiwa tragis yang menewaskan seorang warga di Desa Bobane Jaya, Kecamatan Patani Barat, yang diduga kuat menjadi korban pembunuhan oleh orang tak dikenal (OTK) di area perkebunan. Kasus ini menambah daftar panjang teror berdarah yang terus menghantui masyarakat di wilayah tersebut.

Riswan Sanun menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak boleh lagi lamban dan terkesan membiarkan rangkaian kekerasan ini terus berulang.

“Ini bukan kejadian pertama. Teror pembunuhan di wilayah hutan Patani sudah berulang kali terjadi tanpa penyelesaian yang jelas. Kami menilai aparat keamanan gagal memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegas Riswan.

Ia menilai, pola pembunuhan yang terjadi di wilayah Patani bukan lagi sekadar tindak kriminal biasa, melainkan sudah mengarah pada teror sistematis yang mengancam keselamatan warga sipil, khususnya para petani yang menggantungkan hidup di hutan dan kebun.

FORMAPAS secara tegas mendesak:

1. Polda Maluku Utara turun langsung mengambil alih penanganan kasus dan membentuk tim khusus untuk memburu pelaku.
2. Polres Halmahera Tengah segera melakukan penyisiran menyeluruh di wilayah hutan Patani Barat dan titik-titik rawan lainnya.
3. Negara wajib menjamin keamanan warga, terutama di wilayah pedesaan dan kawasan perkebunan yang kini menjadi zona rawan pembunuhan.
4. Evaluasi total kinerja aparat keamanan di Halteng, karena dinilai gagal mengantisipasi teror berulang.

Menurut Riswan, keberadaan pelaku yang terus misterius menunjukkan adanya kelemahan serius dalam sistem keamanan dan penegakan hukum di daerah tersebut.

“Kalau aparat terus gagal mengungkap pelaku, maka ini menjadi preseden buruk bagi negara. Warga hidup dalam ketakutan, sementara pelaku bebas berkeliaran. Ini tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, FORMAPAS Maluku Utara menyatakan akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi nasional sebagai bentuk tekanan terhadap aparat penegak hukum.

Sementara itu, diketahui bahwa kasus pembunuhan di Patani Barat bukan pertama kali terjadi. Sejumlah kejadian serupa sebelumnya juga menelan korban jiwa dengan pola yang hampir sama, yakni terjadi di kawasan hutan dengan pelaku yang tidak teridentifikasi. 

“Negara tidak boleh kalah dengan teror. Jika aparat tidak mampu menjamin keamanan rakyat, maka kami akan terus bersuara dan melawan,” tutup Riswan Sanun.

Iklan Disini

Masukan Kata yang mau dicari

Close