Berdasarkan data rangkuman peristiwa yang beredar di publik, aksi kekerasan oleh orang tak dikenal (OTK) telah berlangsung sejak tahun 1985 hingga 2026, dengan korban jiwa yang terus berjatuhan serta sejumlah warga yang menjadi target teror dan percobaan pembunuhan. Tragedi terbaru bahkan kembali menelan korban jiwa pada 2 April 2026 di wilayah Patani Barat.
Riswan Sanun menilai, rentetan peristiwa berdarah ini menunjukkan lemahnya kehadiran Negara dalam menjamin keamanan warganya.
“Ini bukan lagi kasus kriminal biasa. Ini adalah tragedi kemanusiaan yang terjadi berulang-ulang selama puluhan tahun. Negara, dalam hal ini aparat penegak hukum, terlihat tidak berdaya menghadapi teror yang terus menghantui masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, kegagalan dalam mengungkap pelaku serta mencegah kejadian berulang merupakan bentuk kelalaian serius yang tidak bisa terus ditoleransi. Ia menilai, situasi ini telah menciptakan rasa takut berkepanjangan di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman hutan Halteng dan Haltim.
Formapas Maluku Utara juga mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur, termasuk:
* Membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas seluruh rangkaian kasus pembunuhan.
* Menempatkan personel keamanan secara permanen di wilayah rawan konflik dan pembunuhan
* Mengungkap identitas dan jaringan pelaku OTK yang selama ini beroperasi Hutan Halteng dan Haltim
“Kalau ini terus dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap aparat akan runtuh. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Ini soal nyawa manusia,” lanjut Riswan.
Ia juga meminta perhatian serius dari pemerintah pusat agar tidak menganggap persoalan ini sebagai kasus lokal semata. Menurutnya, pola kejadian yang berulang dan terorganisir mengindikasikan adanya persoalan yang lebih besar yang harus segera diungkap.
Di akhir pernyataannya, FORMAPAS Maluku Utara menyerukan solidaritas dan perhatian nasional terhadap penderitaan masyarakat di Halteng dan Haltim.
“Masyarakat butuh keamanan, bukan janji. Hentikan teror OTK sekarang juga dan selamatkan warga kami.
Social Footer