AHALMAHERA SELATAN, MIMBARKIERAHA.COM — Luapan sungai di Desa Nyonyifi, kabupaten Halmahera Selatan, kembali menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut. Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan itu dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga tidak dapat dilintasi. Jumat 29/05.
Akibatnya, sejumlah siswa terpaksa tidak masuk sekolah karena akses utama menuju lokasi pendidikan berada di seberang sungai yang sedang meluap. Kondisi ini bukan hanya menghambat aktivitas belajar mengajar, tetapi juga menunjukkan masih lemahnya dukungan infrastruktur dasar bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Pantauan di lapangan memperlihatkan aliran sungai berubah menjadi deras dan keruh, membawa material lumpur serta ranting dari daerah hulu. Situasi tersebut membuat warga tidak berani mengambil risiko menyeberangkan anak-anak mereka ke sekolah.
"Keselamatan anak-anak lebih penting. Saat air naik seperti ini, tidak mungkin mereka dipaksa menyeberang," ujar salah seorang warga.
Warga menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan kejadian baru. Hampir setiap musim hujan, luapan sungai selalu memutus akses masyarakat, terutama akses pendidikan bagi anak-anak sekolah. Kondisi yang berulang dari tahun ke tahun itu dinilai sebagai persoalan serius yang membutuhkan intervensi pemerintah secara konkret dan berkelanjutan.
Masyarakat menilai keterbatasan infrastruktur penyeberangan telah menyebabkan anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak. Di tengah upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan, masih ada pelajar yang harus kehilangan waktu belajar hanya karena tidak tersedianya akses yang aman menuju sekolah.
Melalui media ini, warga Desa Nyonyifi meminta perhatian Pemerintah Provinsi Maluku Utara, khususnya Ibu Gubernur, agar dapat melihat secara langsung kondisi yang mereka hadapi. Warga berharap pembangunan jembatan permanen dapat menjadi prioritas untuk mengakhiri persoalan yang selama ini membayangi kehidupan masyarakat.
Menurut warga, keberadaan jembatan tidak hanya penting untuk menjamin akses pendidikan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, pelayanan kesehatan, serta mobilitas masyarakat secara keseluruhan. Tanpa solusi permanen, warga khawatir kondisi serupa akan terus berulang dan mengorbankan hak dasar anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
"Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya membutuhkan akses yang aman agar anak-anak dapat pergi ke sekolah tanpa harus terhalang banjir setiap kali hujan turun," ungkap warga.
Masyarakat berharap aspirasi tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Sebab, bagi warga Nyonyifi, jembatan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi masa depan yang menentukan akses pendidikan, keselamatan, dan kesejahteraan generasi mendatang.
Redaksi: Iswan
Social Footer