MimbarKieraha.com — Akses jalan utama yang menghubungkan wilayah Yaba–Sayoang di Bacan Barat Utara – Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, kini berada dalam kondisi darurat. Abrasi sungai yang semakin parah kembali menggerus badan jalan, menyebabkan jalur vital antardesa tersebut terputus total dan melumpuhkan aktivitas masyarakat, Rabu 7/1/2026.
Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kondisi memprihatinkan itu. Hampir seluruh badan jalan nyaris amblas terseret arus sungai, menyisakan lintasan tanah berlumpur yang labil dan sangat berbahaya.
Dalam rekaman tersebut, tampak sebuah kendaraan roda empat terjebak di kubangan lumpur dan tidak mampu melanjutkan perjalanan.
Kondisi ini memicu kemarahan warga. Salah seorang perwakilan masyarakat Yaba–Sayoang secara terbuka melayangkan protes keras dan mendesak Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, agar segera turun langsung meninjau lokasi terdampak.
“Tolong lihat kondisi jalan kami di Yaba–Sayoang. Apakah jalan seperti ini masih layak? Setiap tahun kami selalu sengsara akibat banjir yang terus mengikis jalan, tetapi tidak pernah ada solusi permanen,” ujar warga dalam video tersebut dengan nada kecewa.
Warga menegaskan bahwa kerusakan akses jalan akibat abrasi sungai bukanlah persoalan baru. Setiap tahun, banjir dengan debit air tinggi terus mengikis badan jalan tanpa adanya penanganan permanen.
Akibatnya, masyarakat hidup dalam ketidakpastian dan rasa waswas setiap kali melintasi jalur tersebut. Terputusnya akses jalan berdampak langsung pada denyut ekonomi warga di Bacan Barat Utara dan Bacan Timur.
Distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok terhambat, biaya transportasi melonjak, dan aktivitas jual beli nyaris lumpuh. Bagi masyarakat desa, ruas jalan Yaba–Sayoang merupakan satu-satunya urat nadi penghubung menuju pusat pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pasar.
Selain menekan ekonomi, kondisi jalan yang rusak parah juga mengancam keselamatan jiwa. Struktur tanah yang labil dan terus tergerus aliran sungai sangat rawan longsor, terutama saat hujan deras.
Warga khawatir, tanpa penanganan cepat dan menyeluruh, bencana yang lebih besar serta jatuhnya korban jiwa hanya tinggal menunggu waktu.
Masyarakat Yaba–Sayoang berharap di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda Laos, Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera mengambil langkah konkret.
Warga mendesak adanya penanganan darurat, pembangunan tanggul penahan sungai, serta perbaikan jalan secara permanen agar persoalan ini tidak terus berulang setiap tahun.
Hingga berita ini diterbitkan, warga di Bacan Barat Utara – Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, masih menanti kehadiran dan kepastian tindakan nyata dari pemerintah, sementara akses jalan yang rusak terus menjadi ancaman serius bagi keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat.
Redaksi
Social Footer