Halmahera Selatan — Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Halmahera Selatan, Hasbin Umsohi, menyampaikan kritik keras terhadap munculnya oknum yang diduga mengatasnamakan diri sebagai Ketua Cabang GMNI Halmahera Selatan. Oknum tersebut diketahui bernama Munawir Mandar.
Hasbin Umsohi menegaskan bahwa tindakan mengklaim jabatan organisasi tanpa dasar yang jelas dapat menimbulkan kebingungan di tengah publik, khususnya di kalangan mahasiswa dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Halmahera Selatan.
Menurutnya, GMNI sebagai organisasi kader ideologis memiliki mekanisme organisasi yang jelas, termasuk terkait kepemimpinan di tingkat cabang.
Ia menyatakan bahwa setiap kepemimpinan dalam struktur GMNI harus memiliki legitimasi organisasi yang sah berupa Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh struktur resmi organisasi. Karena itu, klaim sepihak yang mengatasnamakan jabatan Ketua Cabang GMNI tanpa dasar legal dinilai berpotensi mencederai marwah organisasi.
“GMNI adalah organisasi kader yang memiliki mekanisme organisasi yang jelas dan terstruktur. Jika ada pihak yang mengklaim diri sebagai Ketua Cabang GMNI Halmahera Selatan tanpa dasar legitimasi yang sah, maka hal tersebut perlu dipertanyakan dan diklarifikasi secara terbuka kepada publik,” tegas Hasbin.
Lebih lanjut, Hasbin Umsohi juga mendesak pihak Kepolisian Resor Halmahera Selatan (Polres Halsel) untuk memanggil dan memeriksa pihak yang mengaku sebagai Ketua Cabang GMNI Halmahera Selatan tersebut. Ia meminta agar pihak kepolisian dapat menelusuri keabsahan klaim tersebut, termasuk meminta dokumen resmi berupa Surat Keputusan (SK) kepengurusan GMNI yang menjadi dasar pengakuan jabatan tersebut.
Menurut Hasbin, langkah klarifikasi ini penting dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat serta untuk menjaga nama baik organisasi GMNI sebagai organisasi mahasiswa yang memiliki sejarah panjang dalam pergerakan mahasiswa di Indonesia.
Ia juga mengimbau kepada seluruh kader GMNI dan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh klaim sepihak yang tidak memiliki dasar organisasi yang jelas.
“Jika memang ada pihak yang mengklaim sebagai Ketua Cabang GMNI Halmahera Selatan, maka silakan tunjukkan SK resmi organisasi sebagai bukti legitimasi. Ini penting agar tidak terjadi penyalahgunaan nama organisasi untuk kepentingan tertentu,” tambahnya.
Hasbin berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan secara terbuka dan transparan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di kalangan mahasiswa maupun masyarakat di Halmahera Selatan.
Dengan adanya klarifikasi yang jelas dari pihak terkait, diharapkan integritas organisasi GMNI tetap terjaga serta tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Social Footer