MimbarKieraha.com — Aktivitas tambang ilegal di kawasan Kali Raim, Desa Bibinoi, kini semakin meresahkan masyarakat. Operasi tambang yang diduga berlangsung secara bebas itu tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga memunculkan dugaan adanya pihak-pihak yang turut menopang keberlangsungan aktivitas tersebut.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan menyebutkan bahwa tambang ilegal tersebut diduga mendapatkan suplai bahan kebutuhan seperti bahan bakar minyak, minyak tanah, beras, hingga perlengkapan logistik lainnya. Pasokan tersebut diduga berasal dari seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai istri dari seorang oknum anggota polisi berinisial IR (Ira).
Keberadaan tambang ilegal yang terus beroperasi tanpa pengawasan ketat itu dinilai semakin memperparah kondisi lingkungan di sekitar Kali Raim. Air sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat Desa Bibinoi kini dikhawatirkan tercemar akibat aktivitas penambangan yang berlangsung hampir setiap hari.
Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa beberapa hari lalu dirinya melihat langsung kendaraan yang membawa berbagai bahan logistik menuju lokasi tambang.
“Beberapa hari lalu torang sempat lihat kendaraan yang antar suplai seperti bensin, minyak tanah, beras, dan bahan kebutuhan lainnya ke lokasi tambang,” ungkap sumber tersebut.
Dugaan keterlibatan pihak yang memiliki hubungan dengan aparat penegak hukum ini pun memicu keresahan di tengah masyarakat. Warga menilai, jika benar ada pihak yang membekingi atau menyuplai kebutuhan tambang, maka praktik penambangan ilegal tersebut akan semakin sulit dihentikan.
Warga Desa Bibinoi bahkan menyebut aktivitas tambang tersebut kini berkembang pesat dan mulai menyerupai kawasan pertambangan besar yang tidak terkendali.
“Tambang di daerah ini sudah seperti kampung besar. Kalau penegak hukum tidak tegas, apalagi ada dugaan istri oknum polisi yang ikut menyuplai dan punya anak buah dari Kubung, bisa-bisa Kali Raim ini akan hancur,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.
Situasi ini membuat masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak. Warga meminta pihak kepolisian, baik di tingkat Polres maupun Polda, untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap aktivitas tambang ilegal tersebut, termasuk menelusuri dugaan keterlibatan pihak yang disebut-sebut sebagai pemasok logistik.
Menurut warga, jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa tindakan tegas, maka kerusakan lingkungan di Kali Raim hanya tinggal menunggu waktu. Masyarakat pun berharap aparat kepolisian tidak menutup mata terhadap persoalan ini, terlebih jika benar ada dugaan keterlibatan pihak yang memiliki kedekatan dengan institusi penegak hukum.
Warga Bibinoi kini menaruh harapan besar agar pihak kepolisian segera mengusut dugaan keterlibatan perempuan berinisial IR (Ira) tersebut, guna memastikan kebenaran informasi yang berkembang sekaligus menghentikan aktivitas tambang ilegal yang dinilai semakin merusak lingkungan dan meresahkan masyarakat.
Redaksi: Iswan
Social Footer