Tragedi Laut di Salube, 7 Selamat, 1 Warga Hilang di Selat Lebeno.
Admin RedaksiApril 17, 2026
Halmahera Utara,Mimbarkieraha.com — Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Kabupaten Halmahera Utara. Sebuah longboat yang mengangkut delapan warga terbalik dan tenggelam di perairan Desa Salube, tepatnya di depan Selat Lebeno. Insiden tersebut menyebabkan satu orang penumpang hilang dan hingga kini masih dalam pencarian, sementara tujuh lainnya berhasil menyelamatkan diri. Sabtu 18/04.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, rombongan warga berangkat dari Desa Salube menuju kebun di kawasan Selat Lebeno sekitar pukul 16.00 WIT. Namun saat tiba di sekitar pantai Lebeno, perahu dihantam gelombang kuat hingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik.
Dalam kondisi darurat, tujuh penumpang berhasil menyelamatkan diri ke daratan. Sementara satu korban atas nama Darman Hi Soleman (66) dilaporkan hilang dan belum ditemukan.
Seorang warga yang terlibat dalam pencarian awal mengungkapkan, kondisi gelombang saat kejadian cukup ekstrem dan datang secara tiba-tiba.
“Gelombang datang kuat sekali, perahu langsung goyang dan tidak bisa dikendalikan. Semua panik, kami hanya berusaha menyelamatkan diri,” ujar sumber tersebut. Jumat (17/4) sore. Warga bersama aparat setempat telah melakukan pencarian hingga pukul 22.00 WIT, namun belum membuahkan hasil. Pemerintah desa kemudian berkoordinasi dengan Basarnas untuk memperkuat upaya pencarian. “Kami sudah melaporkan ke Basarnas agar pencarian bisa dilakukan lebih maksimal dengan peralatan yang memadai,” kata Kepala Desa Salube. Tim Rescue Pos SAR Tobelo bersama unsur SAR gabungan dijadwalkan bergerak ke lokasi pada Sabtu pagi untuk melanjutkan operasi pencarian. “Operasi SAR akan dilakukan dengan metode penyisiran di sekitar lokasi kejadian serta memperhitungkan arah arus dan angin,” ungkap petugas SAR. Seorang pengamat keselamatan pelayaran lokal menilai insiden ini menunjukkan masih rendahnya standar keselamatan transportasi laut skala kecil di wilayah pesisir. “Perahu jenis longboat sangat rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem, terutama jika tidak dilengkapi alat keselamatan seperti pelampung dan tidak memperhatikan kapasitas muatan. Edukasi keselamatan dan kewaspadaan terhadap prakiraan cuaca menjadi hal krusial yang sering diabaikan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam meningkatkan pengawasan serta sosialisasi keselamatan pelayaran bagi masyarakat pesisir. “Harus ada langkah konkret, mulai dari penyediaan alat keselamatan hingga edukasi rutin kepada nelayan dan warga. Kalau tidak, kejadian serupa akan terus berulang,” tegasnya. Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi laut yang tidak menentu, khususnya saat menggunakan perahu kecil untuk aktivitas harian. Hingga berita ini diterbitkan, korban masih dalam status pencarian dan operasi SAR terus berlangsung. Redaksi: Iswan
Social Footer