Breaking News

Dipicu Dugaan Pelecehan, Bentrokan Dua Dusun di Huamual SBB Lukai Warga dan Hanguskan Kendaraan Dinas Polisi.

Dipicu Dugaan Pelecehan, Bentrokan Dua Dusun di Huamual SBB Lukai Warga dan Hanguskan Kendaraan Dinas Polisi

Seram Bagian Barat, MimbarKieraha.Com Bentrokan antarwarga kembali pecah di Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, melibatkan warga Dusun Olas dan Dusun Katapang, Desa Lokki. Insiden yang berlangsung sejak Jumat malam (5/6/2026) hingga Sabtu (6/6/2026) siang itu mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka serta satu unit kendaraan dinas operasional kepolisian dan satu sepeda motor Bhabinkamtibmas terbakar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, konflik dipicu oleh dugaan tindak pelecehan terhadap seorang perempuan berinisial N, warga Dusun Katapang, yang diduga terjadi di wilayah Dusun Olas pada Minggu (31/5/2026). Persoalan tersebut kemudian memicu ketegangan di tengah masyarakat hingga dilakukan upaya mediasi pada Jumat malam.

Namun, pertemuan yang diharapkan menjadi jalan damai justru tidak berjalan kondusif. Situasi semakin memanas setelah dua warga berinisial Y.A. dan H.U. diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam oleh orang tak dikenal. Peristiwa itu memicu kemarahan warga dari kedua dusun hingga berujung bentrokan terbuka.

Pada Sabtu pagi, warga Dusun Katapang sempat melakukan aksi pemalangan jalan sebagai bentuk protes. Ketegangan kembali meningkat sekitar pukul 12.10 WIT ketika ratusan massa dari kedua belah pihak dilaporkan terlibat saling serang dengan membawa senjata tajam dan senapan angin.

Dalam insiden tersebut, seorang warga bernama La Ilham Rumbia mengalami luka sabetan senjata tajam pada bagian pipi kiri. Sementara itu, satu unit kendaraan dinas milik Bagian Operasi Polres Seram Bagian Barat dan satu sepeda motor Bhabinkamtibmas dilaporkan hangus terbakar. Hingga kini, aparat masih menyelidiki penyebab pasti pembakaran serta pihak yang bertanggung jawab.

Kapolda Maluku, Dadang Hartanto, menegaskan bahwa seluruh rangkaian peristiwa akan ditangani secara profesional, objektif, dan transparan. Menurutnya, proses penyelidikan sedang berjalan untuk mengungkap fakta di balik bentrokan tersebut.

Untuk mengendalikan situasi, aparat gabungan TNI-Polri mengerahkan sedikitnya 115 personel yang terdiri dari anggota Polres SBB, Polsek Huamual, Koramil, Pos Pengamanan Laala, dan Brimob. Aparat melakukan langkah-langkah pengamanan dan tindakan tegas terukur guna mencegah meluasnya konflik.

Kapolsek Huamual, Iptu Luken Soplanit, mengatakan pihaknya masih bersiaga di lokasi untuk menghalau massa dan menjaga keamanan wilayah. Sekitar pukul 14.00 WIT, situasi dilaporkan mulai berangsur kondusif setelah massa dari kedua dusun membubarkan diri.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, menyampaikan bahwa tim penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian. Polda Maluku juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Selain langkah penegakan hukum, kepolisian bersama tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah terus membangun komunikasi untuk mendorong rekonsiliasi serta menjaga hubungan persaudaraan di tengah masyarakat.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan menyelesaikan setiap persoalan melalui mekanisme hukum serta musyawarah demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama," ujar Rositah.

Hingga Sabtu sore, aparat memastikan kondisi di Dusun Olas dan Dusun Katapang relatif terkendali, meski personel keamanan masih disiagakan untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan. Tim Redaksi

Iklan Disini

Masukan Kata yang mau dicari

Close