Breaking News

Hari Laut Sedunia: Kedaulatan Laut Indonesia Dipertanyakan, Kapal Asing Bebas Beroperasi di Perairan Morotai.

MimbarKieraha.com — Morotai, Maluku Utara – Peringatan Hari Laut Sedunia seharusnya menjadi momentum refleksi bagi pemerintah dalam memperkuat pengawasan dan menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia. Namun di tengah semangat tersebut, masyarakat pesisir Pulau Morotai justru kembali menyoroti maraknya aktivitas kapal asing yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Senin 08/06.

Perairan Morotai yang berada di kawasan strategis dan berbatasan dengan jalur pelayaran internasional selama ini kerap menjadi titik masuk kapal-kapal asing. Ironisnya, persoalan ini bukanlah kejadian baru. Berulang kali nelayan setempat melaporkan keberadaan kapal asing yang beroperasi di wilayah tangkap mereka, namun hingga kini belum terlihat langkah pengawasan yang benar-benar efektif.

Salah satu persoalan utama yang dikeluhkan masyarakat adalah keterbatasan sarana pengawasan laut, khususnya belum optimalnya sistem radar pendeteksi kapal yang mampu memantau aktivitas kapal asing secara maksimal di wilayah Morotai.

"Di Pulau Morotai ini sering kapal asing datang. Karena keterbatasan radar, mereka bebas keluar masuk di perairan Morotai," ungkap salah seorang nelayan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang sejauh mana komitmen negara dalam menjaga kedaulatan laut nasional. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki visi sebagai poros maritim dunia, Indonesia seharusnya tidak memberikan ruang bagi kapal asing untuk leluasa memasuki wilayah perairannya tanpa pengawasan yang memadai.

Lebih dari sekadar persoalan keamanan, aktivitas penangkapan ikan ilegal juga berdampak langsung terhadap kehidupan nelayan lokal. Sumber daya perikanan yang menjadi sandaran ekonomi masyarakat pesisir terancam berkurang akibat eksploitasi oleh pihak asing yang tidak bertanggung jawab.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka negara bukan hanya kehilangan potensi pendapatan sektor perikanan, tetapi juga kehilangan wibawa dalam menjaga kedaulatan wilayahnya sendiri. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: di mana kehadiran negara ketika kapal-kapal asing berulang kali memasuki perairan Indonesia?

Masyarakat Morotai mendesak pemerintah pusat, TNI Angkatan Laut, Bakamla, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta instansi terkait untuk segera memperkuat sistem pengawasan laut melalui pembangunan dan modernisasi radar pengawas kapal di wilayah Morotai dan kawasan perbatasan lainnya.

Hari Laut Sedunia tidak boleh hanya menjadi seremoni tahunan. Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa laut Indonesia adalah aset strategis bangsa yang wajib dijaga. Negara harus hadir dengan tindakan nyata, bukan sekadar slogan tentang kedaulatan maritim, agar perairan Indonesia tidak terus menjadi sasaran aktivitas ilegal yang merugikan rakyat dan negara.




Redaksi: Iswan

Iklan Disini

Masukan Kata yang mau dicari

Close