Breaking News

Saat Banjir Rendam Desa Babang, IBAM Tampil di Garda Depan Kawal Aspirasi Warga hingga Desak Penanganan Kali Mati (Barangka) Babang.

Halmahera Selatan, MimbarKieraha.com - Di tengah banjir yang kembali merendam rumah-rumah warga Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, muncul sosok yang menjadi perhatian masyarakat. Zulaibam Hi Ali, atau yang akrab disapa IBAM, terlihat aktif mengawal aspirasi warga sekaligus mendampingi proses penanganan di lapangan hingga tim BPBD Kabupaten Halmahera Selatan turun melakukan respons darurat.

IBAM yang diketahui merupakan adik sepupu Bupati Halmahera Selatan, Basam Kasuba, tampak berada di tengah masyarakat sejak banjir mulai menggenangi permukiman warga. Sejumlah warga menilai kehadirannya bukan sekadar simbolis, melainkan terlibat langsung dalam koordinasi penanganan bersama warga desa, tokoh masyarakat, dan warga terdampak.

Berdasarkan pantauan di lapangan dan sejumlah rekaman video yang beredar, IBAM terlihat membantu warga serta menyampaikan berbagai keluhan masyarakat kepada pihak-pihak terkait. Ia bahkan beberapa kali secara terbuka mengingatkan pemerintah daerah agar tidak mengabaikan persoalan banjir yang terus berulang di Desa Babang.

Masyarakat setempat mengenal IBAM sebagai salah satu tokoh muda yang aktif menyuarakan kebutuhan warga. Kedekatannya dengan masyarakat membuat dirinya kerap menjadi penghubung antara warga dan pemerintah ketika terjadi persoalan yang membutuhkan perhatian cepat.

Dalam keterangannya kepada awak media, IBAM menegaskan bahwa persoalan Kali Mati atau barangka Kali Mati harus segera mendapat penanganan serius. Menurutnya, jika tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah daerah, maka masyarakat bersama para tokoh desa akan berupaya mencari solusi melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Halmahera Selatan.

“Kalau pemerintah daerah tidak melakukan antisipasi terhadap persoalan barangka Kali Mati ini, maka saya bersama tokoh-tokoh Desa Babang, baik tokoh pemuda maupun tokoh masyarakat, akan melakukan koordinasi dengan PT Babang Raya, PT Pertamina Depot Labuha, serta perusahaan lainnya untuk membantu revitalisasi Kali Mati,” ujar IBAM kepada wartawan.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran warga terhadap kondisi Kali Mati yang selama ini dianggap sebagai salah satu faktor penyebab meluapnya air ke kawasan permukiman saat hujan deras mengguyur wilayah Desa Babang.

Sementara itu, turunnya tim BPBD Kabupaten Halmahera Selatan ke lokasi mendapat apresiasi dari masyarakat. Namun warga berharap langkah tersebut tidak berhenti pada tahap pendataan dan survei lapangan semata. Mereka meminta adanya tindak lanjut berupa pekerjaan fisik yang mampu mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

“Kami berharap semua pihak yang turun ke lapangan benar-benar memperjuangkan kepentingan masyarakat. Yang dibutuhkan warga bukan sekadar kunjungan, tetapi solusi yang nyata agar banjir tidak terus berulang setiap tahun,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Desa Babang.

Kini perhatian masyarakat tertuju pada langkah lanjutan pemerintah daerah dan pihak terkait dalam merespons tuntutan warga. Sebab bagi masyarakat Babang, penanganan Kali Mati bukan lagi sekadar proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan mendesak untuk melindungi rumah dan keselamatan warga dari ancaman banjir yang terus berulang.  "Redaksi"

Iklan Disini

Masukan Kata yang mau dicari

Close